7 Juli 2007
Tanggal tujuh bulan tujuh tahun dua ribu tujuh…kata orang-orang siy hari ini bakalan menjadi hari penuh kebaikan (
kan
semua hari baik) …mungkin lebih mudah diinget kali yah….kalo ada momen penting terjadi atau direncanakan dengan tanggal, bulan dan tahun yang identik maka bisa dengan mudah mengingatnya. Masih inget dengan tanggal sembilan bulan sembilan tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan, kenapa juga pada tanggal segitu ada isu-isu huru-hara, kiamatlah, kerusakan massal, bahkan gempa secara total, kenapa ga dianggap hari kebaikan yah…wah angkat tangan deh…
Hari ini banyak selebritis yang mengabadikan momen2 penting dan menganggap hari ini sebagai hari baik, salah satu diantaranya adalah pernikahan irfan hakim dan Della yang dihadiri oleh Wakil Presiden ( M.Yusuf Kalla )dan Ketua MPR (Hidayat Nur Wahid) ada hubungan apa yah….bukan bermaksud ngegosip siy…Cuma sebagai gambaran aja bahwa ketika punya niat baik ya bukan berarti pelaksanaannya ditunda hingga menemukan hari baik yang konon diidentikan dengan tanggal bulan dan tahun yg identik yang perlu diinget bahwa semua hari baik dan kondisi orang pada tiap2 hari itu berbeda-beda jadi akan menimbulkan penilaian yg berbeda-beda pula. O iya sekedar Ngecap aja kalo tetangga kosan juga ada yg nikah yaitu Dara dan Rama, kata temenku siy niy pasangan dari namanya aja udah cocok..wah..mudah2an cocok seumur hidup yah….ampe punya cucu dan cicit..ampe menyapa liang lahat deh….
Kalo tadi ngabarin selebriti dan tetangga nah..sekarang mo sedikit cerita tentang something happened with me..ha..ha…ha..
Ya hari ini malah aku sedikit ga enak badan, punggung belakangku sakit…(ih..kok jadi curhat siy…)…sebenernya ada kabar dari temen lama siy…
Aku kaget ketika ada privat number misscall, tebakanku ga meleset donk, siapa lagi gitu selain teman lama ku yang ampe miscall 6x kemudian temen lama ku itu telpon, awalnya ga kuangkat karena Hp di silent dan aku lagi di ruang TV trus ga lama kemudian dy nelpon lagi dan kuangkat akhirnya kita ngobrol deh…buanyak banget…ampe kira2 3 jam-an gituh, dari pembicaraan ini awalnya sudah menarik karena kita sudah lama ga komunikasi mungkin karena keadaaan masing2 yg sibuk….timbul suatu pertanyaan dari dia bahwa apa yang aku pikirkan tentang dia selama ga berkomunikasi. Kontan aku jawab bahwa dia sibuk dan lagi deket ma Cewek (cie..bahasanya)….mendengar ini dia hanya tertawa…kata dia jawabanku fivety-fivety betul…kata dia sibuk siy nggak tapi ya masuk kerja seperti biasa.Trus soal deket ma Cewek ya betul juga tapi bukan deket siy…tapi di deketin ato tepatnya dikenalin dengan berbagai cewek baik oleh pihak keluarga atau dari temen. Wah kalo udah kayak gitu berartikan dari pihak keluargapun sebenarnya mengharapkan kalo temenku ini secepatnya berkeluarga. Tapi anehnya dari perempuan2 yang dikenalin ke dia ga ada yang cocok,maksudnya tidak mencapai minimum requirement, waduh niy cowok selektor juga yah…tapi bisa dipahami siy karena aku rasa all people pgn kehidupannya sempurna karena hidup itu Cuma satu kali (di dunia, diakherat juga satu kali loh..perlu diinget) so dalam mencari pendamping hidup wajar kalo orang memiliki standar2 yang harus dipenuhi oleh calon yang akan mendampingi hidupnya termasuk temenku ini, dan biasanya standar tersebut hadir karena karakter, pengalaman ataupun pengetahuan. Tapi pernah gak siy bertanya pada diri sendiri apakah kita juga seorang penilai yang baik, kan bisa aja parameter2 yang kita pakai untuk menilai orang dalam kasus ini temen hidup ga tepat karena rumus-rumus yang dipakai bisa expired juga kan.Menanggapi ini temenku bilang, bahwa dia punya tes sendiri yang cukup singkat untuk melihat dan menilai apakah perempuan tersebut masuk ke standar dia atau tidak.hmm…hebat juga ya dia….trus jangan lupa juga untuk sharing ke keluarga dan teman, tambahnya. Akan tetapi menurut dia biar lebih objektif maka saran teman lah yang lebih dipertimbangkan daripada saran dari Ortu ato keluarga karena biasanya kata dia, saran dari keluarga itu kurang objektif. Aku punya sedikit komentar niy tentang statement dia yang ini, kita dilahirkan oleh ibu kita dengan saham ayah kita, bahkan yang mengasuh kita juga mereka , dan yang paling ikhlas menerima kita juga mereka, karakter kita pun mereka yang lebih faham dan adalah wajar ketika mereka pun yang paling memikirkan apa yang terbaik buat kita termasuk nyariin calon suami/istri buat kita, soal objektif atau gak itu karena keterbatasan mereka akan tetapi semua itu demi kebaikan kita dimasa pasca nikah (ya gak?) ga da orang tua yang pengn anaknya menikah dengan orang yg tidak tepat…so…mungkin statement itu perlu dipikir ulang kali yah….tapi…wajar siy dia bilang seperti itu karena dia sendiri bilang bahwa dia pantang untuk cerita tentang diri dia, kehidupan dia sehari-hari, apa yang ada dipikirannya kepada keluarganya terutama Ortunya karena menurut dia hal itu menandakan ketidak mandirian seseorang apalagi dia seorang laki2. soal cerita atau tidak tentang masalah yang kita hadapi kepada ortu, aku yakin alasannya pasti baik, tapi pernah ga siy terpikir oleh kita bahwa ada hak ortu yang harus kita penuhi yaitu mereka butuh informasi tentang segala hal yang kita alami karena dengan begitu mereka akan semakin mengenal karakter kita, akan tetapi biar tidak mengurangi kemandirian kita maka cerita yang kita beri ke mereka adalah masalah2 yang sudah berhasil kita selesaikan sehingga tidak terlalu membuat mereka cemas atau berpikiran lain ke kita, bahkan dengan begitu akan meningkatkan kepercayaan ortu ke kita bahwa kita sudah tumbuh menjadi seseorang yang bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan cara kita sendiri. Sebenernya kebiasaan kita cerita hal2 tentang kita ke ortu atau tidak itu terbentuk oleh didikan ortu kita sewaktu kecil, iya kan? Tapi apapun didikan yang diberi ortu hal utama yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana mentransformasikan bentuk didikan ke karakter kita untuk mengahsilkan karakter yang baik yang diharapkan oleh ortu yang tentunya bisa diterima oleh orang disekeliling kita.
Kembali ke pembicaraan tentang standar pendamping hidup, temanku itu bilang bahwa dia dalam mencari pendamping hidup tidak mengedepankan materi..(wajarlah..secara dia cowok)…tapi anehnya ketika dia bilang bahwa yang diharapkan ada pada pendamping hidup dia yaitu ada 4 syarat:
- Menarik, dan kata dia juga menarik bukan berarti cantik (tapi….(menurutku..biasanya kebanyakan laki2 menilai bahwa wanita itu menarik adalh yang cantik, walaupun tidak bisa di generalisir juga)
- Memiliki intelektual yang bagus, wah kalo yang ini siy setuju, karena walau bagaimanapun seorang istri akan jadi seoarang ibu, dan kalo dalam islam seorang ibu itu adalah sebagai pendidik utama buat anak2nya, ya bisa bayanginkan kalo pendidik utamanya aja ga cerdas, karena dengan intelektual yang bagus maka seseorang akan terus aktif dalam memikirkan langkah2 untuk memperbaiki kualitas keluarganya terutama kualitas anak2nya, dan yang perlu diinget bahwa intelektual yang bagus bukan berarti sesorang dari kalangan penuntut ilmu hingga S3 bahkan Profesor walaupun itu adalah salah satu sarana untuk mencapai daya intelektual yang bagus,yang perlu diperhatikan disini bahwa orang yang punya intelektualyang bagus adalah seseorang yang terus aktif meng-up grade pengetahuannya, dan hal itu bisa dicapai melalui baca buku dengan berbagai topik tak perlu diragukan lagi bahwa membaca adalah salah satu sarana untuk membuka ide-ide dalam otak, atau juga bisa mengikuti diskusi atau menonton televisi yang acaranya berkulitas.
- Memiliki mentalitas yang baik, maksudnya kepribadian yang baik kale yah..kalo dalam islam itu akhlakul karimah (berakhlak baik), kalo boleh sedikit nambahin bahwa akhlakul karimah tidak lahir dengan sendirinya tapi dia hadir ketika ada suatu ketundukan hati terhadap suatu aturan yang menstandarkan kepada prilaku2 yang baik dan hal itu diajarkan dalam agama, so…orang akan berakhlak baik ketika dia memahami ajaran2 agamanya dan memiliki ketundukan hati pada Sang Khaliknya karena ia percaya bahwa Ajaran2 agama berasal dari Sang Khalik dan semua itu jika diamalkan akan menumbuhkan suatu karakter dan kepribadian yang sesuai dengan yang diinginkan banyak orang.
- Memiliki harta yang baik (waduh niy lupa kata2 tepatnya, berharta atau harta yang baik yah….maklum udah lupa), kalo ini siy aku males bahas karena niy temenku aneh aja, di awal dia bilang dia tidak terlalu memikirkan materi karena secara ekonomi dialah yang akan berkewajiban mencarinya (bagooos….) tapi standar terkahir kok begitu..ya sudahlah tak usah dipikirkan , yang menarik diperhatikan adalah statement berikutnya……
Dia bilang bahwa standar dia itu bukan harga mati jadi ada hal2 yang mungkin ga prinsip bisa didelete, ya mungkin aja di awal dia hanya dapat 2 yang diinginkan dan selama waktu berjalan dia bisa membuat 2 yang lainnya di dapatkan.secara bertahap sambil menjalani kehidupan rumah tangga, hmm..jadi inget sebelum2nya dia pernah bahas ini juga tapi statementnya ga seperti ini dia bilang gini bahwa misal dia bisa mendapatkan wanita yang hanya memenuhi 1 standar yang dia punya maka untuk mendaptkan standar yang lain dia bisa dapatkan dari wanita yang berbeda…hmm..Poligami bo….niy orang belum aja nikah niatnya udah poligami…..???
Tapi ya itu siy urusan dia yah…males bahasnya…bukan males..bosen…kalo bahas sama dia….akhirnya gua gua juga yang kalah.
Banyak banget yah standarnya, aku siy nyeletuk dalam hati bahwa emang ada yah wanita dengan standar yang dia patok seperti itu, ya walaupun ada , masalhnya perempuan itu mau gak nikah sama temenku itu..wah….????
Tapi menurutku siy…boleh aja kita mematok standar untuk seseorang yang akan jadi pendamping hidup kita tapi…standar tersebut juga harus kita patok untuk diri kita sendiri…ya ga boleh egois intinya, jadi kita harus bertanya pada diri kita sendiri apakah kita sudah sesuai dengan apa yang kita standarkan, karena ketika kita mengharapkan kebaikan dari seseorang maka hal itu pula yang diharapkan orang dari kita. Ya g? kalo kita berharap agar hidup kita lebih baik kedepannya dengan standar yang kita buat maka harapan itu pula yang ingin dicapai oleh pendamping hidup kita…so….improved your self…
Akhirnya dari pada lama2 membicarakan standar akhirnya aku saranin dia mencarikan laki2 yang tepat untuk kakak perempuanya. Kata dia siy laki2 itu sudah ada, dia teman baik kakaknya dan sudah membicarakan dengan orang tuanya tapi belum ditentukan tanggal akadnya, ya aku doain mudah2an sesegera mungkin, karena hal itu penting buat perempuan…
Jadi teringat akan teman2ku yang perempuan yang mungkin hingga saat ini akan membuat suatu kesimpulan tersendiri buatku yaitu bahwa seorang laki2 alangkah beratnya ketika harus memutuskan untuk menikahi seorang wanita, karena banyak pertimbangannya, dimulai dari segi ekonomi (karena wajar dia yang akan bertanggung jawab menafkahi keluarga) belum lagi keragu-raguan untuk menetapkan wanita yang akan dinikahinya karena ada ke khawatiran akan ketidak cocokan pasca nikah nantinya. Jadi kadang laki2 itu perlu diingatkan oleh perempuan atau pihak keluarga perempuan untuk segera memutuskan kapan hari pernikahannya, ya sebagai contoh kakak perempuan temenku tadi, ya aku Cuma koreksi cowok yang berniat nikahin dia siy…(ya siapa tau yang baca ini juga kondisinya sama…he..he..he..), kata temenku dia sudah berniat menikah, dan sudah terfokus pada kakak perempuan temenku tadi dan sudah sedikit membicarakan dengan orang tua perempuan tadi..so…kenapa ga secepatnya siy…nah disinilah cowok banyak mempertimbangkan segala sesuatu yang seharusnya bisa secepatnya diputuskan, kasiankan pihak perempuan….ya kalo kata lagu Melly siy….kondisi kayak gitu itu kondisi digantung….tapi ya mudah2an segala sesuatunya dilancarkan amiin….
Karena ketika laki2 berniat menikah berarti dia sudah berani berkomitmen dan berani menunjukan tanggung jawabnya dan tentunya keputusan tersebut akan menjaga dirinya dari segala sesuatu yang tidak baik.So…dari aku sendiri sangat menghargai cowok yang berniat nikah.karena ketika memutuskan untuk menikah buat mereka itu sangat sulit karena banyak pertimbangan tadi.
Ya kalo menurutku siy..kalo pengen nikah mah dan merasa siap dari segi apapun ya udah tinggal berniat ikhlas aja dan terus berikhtiar dan berdoa, aku yakin Allah akan Memudahkan, jadi ketika dalam masa pencarian merasa ragu2 ..ya berdoa aja minta diberi kejelasan jadi kalo semuanya di kembalikan pada Allah aku yakin semua akan mudah dan Dimudahkan…aku jadi inget lagu salah satu Group Band Nidji yang salah satu reff lagunya begini”….Yakinkan aku Tuhan dia bukan miliku…..” ya seperti lagu tersebut bahwa ketika kita sudah berniat dengan ikhlas dan juga berikhtiar sesuai Syar’i maka Allah akan Menunjukan siapa2 yang bukan milik kita, sering bertanya pada Allah, karena Allahlah yang Ciptain kita. Bahkan ketika kita terfokus pada satu calon yang mungkin saat itu membuat kita yakin kita tetep saja harus berdoa bahwa jika memang calon yang kita fokusin itu jodoh kita, baik untuk agama kita terutama maka ya Mohonlah Untuk di Mudahkan…Karena Just Allah Who Knows about All termasuk pasangan kita.tapi yang perlu diinget Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan karena yang kita butuhkan itulah yang terbaik untuk kita.
Setelah dia bercerita panjang lebar tentang dia, akhirnya dia bertanya juga kabarku……ya aku cerita tentang my problem, menanggapi ceritaku, akhirnya dia menyinggung suatu konsep tentang benar dan baik, sebenernya dia pernah menyinggung hal ini sebelumnya Cuma aku lupa lagi, nah…mudah2an yang ini ga lupa karena kalo lupa kan tulisan ini bisa dibaca lagi. Nah itulah keuntungan kalo segala sesuatu yang kita dapatkan, baik itu informasi, pengalaman atau apapun dituangkan lewat tulisan karena dalam buku ”mengikat makna”disebutkan bahwa tulisan adalah reminder terbaik, kenapa karena lewat tulisan kita bisa menyimpan lembaran2 hasil kerja otak kita sehingga ketika secara real otak kita sudah tidak mampu mengingatnya karena beberapa hal maka ketika membaca tulisan yang pernah kita tulis seolah membuka lembaran2 hasil kerja otak kita dan secara tidak langsung semua itu akan meng-up date otak kita, dan hal ini bisa mengurangi kepikunan. Dan ketika menulis selain kita menuangkan apa yang menjadi hasil kerja otak sebenarnya kita sedang melakukan tata ulang bahasa karena ketika menulis kita berusaha agar apa yang ada diotak bisa difahami oleh orang lain sehingga kita akan memilih bahasa yang lebih informatif dan enak tentunya.Dan biasanya seorang penulis dalam memaparkan ide2nya lebih terstruktur dan lebih sabar dalam berbicara.
Kembali ke masalah konsep benar dan baik. Kata dia ketika kita akan melakukan sesuatu apapun kita harus menilainya dengan benar/tidak, baik/buruk kemudian pantas/tidak.Yup setuju siy…mungkin gini ketika kita dihadapkan pada suatu masalah dan harus menyelesaikan masalah itu maka hal yang perlu kita pikirkan adalah apakah cara untuk meyelesaikan masalah itu benar atau tidak, nah kalau misal udah benar maka kita aman, setelah itu baru dipikirkan baik buruk nya dan kemudian pantas atau tidak.Ya kalo aku siy analoginya gini…ketika kita dihadapkan pada suatu kondisi yang dimana kita memiliki dua pilihan yaitu jujur atau bohong, nah saringan utamanya yaitu benar atau tidak, maka yang harus kita pilih adalah pilihan yang benar yaitu jujur, maka yamg harus kita lakukan adalah jujur, walaupun mungkin ada akibat buruk karena kejujuran kita.tapi setidaknya kita aman karena sudah benar.
Oke….soal konsep itu sepertinya semua orang setuju yah…Cuma…hal utama yang perlu diingat yaitu batasan benar, karena batasan benar untuk tiap orang beda karena dipengaruhi oleh penagalaman dan pengetahuan seseorang…tapi kalo aku siy batasan benar yang tepat adalah batasan yang telah digariskan oleh yang Mengatur kehidupan ini yaitu batasan yang dituangkan dalam ajaran agama, ya dalam hal ini ajaran agama islam, jadi ketika akan melakukan sesuatu maka apakah sudah benar menurut ajaran agama.
Udah banyak banget niy yang diomongin tapi dari semua yang diomongin jadi keinget tentang kisah plato yang mencari arti cinta dan perkawinan, ceritanya begini niy…
suatu hari plato bertanya kepada gurunya: ”apa itu cinta?dan bagaimana saya menemukannya?”
Gurunya pun menjawab ”Ada landang gandum yang luas di depan sana, berjalanlah dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.Jika kau menemukan ranting yang kau anggap paling menakjubkan artinya kau telah menemukan cinta ”
Plato Pun Berjalan dan tidak seberapa lama dia kembali dengan tangan kosong tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya ”Mengapa kau tidak membawa satupun ranting”
Plato menjawab ” aku hanya boleh membawa satu saja dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik) sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat melanjutkan berjalan lebih jauh lagi baru kusadari bahwasanya ranting2 yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi jadi tak kuambil sebatang pun akhirnya.”
Dan Gurunya Menjawab ” Jadi ya itulah Cinta”
Di hari yang lain Plato bertanya lagi ”Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”
Gurunya pun menjawab ”Ada Hutan subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”
Plato pun menjawab ”Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Pada kesempatan ini aku lihat pohon ini dan kurasa tidaklah buruk2 amay jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya ke sini, aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya…. ”
Gurunya pun menjawab ”Dan itulah Perkawinan”
Yah…mungkin dari cerita tersebut kita dapat menyimpulkan sebenarnya apa siy yg kita cari, cinta atau perkawinan. Cinta semakin dicari semakin tidak ditemukan, cinta adanya dalam lubuk hati yaitu ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Perkawinan adalah kelanjutan dari cinta, yaitu proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik dari pilihan yang ada maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkanya….bahkan ada psikolog yang menyatakan bahwa Cinta hanya berperan pada maksimum 4 tahun pertama pada perkawinan dan selebihnya adalah perasaan saling membutuhkan, saling menerima dan Saling menghargai.
Tapi jangan terlalu ribet siy dalam memandang topik ini karena yang perlu dinget bahwa kita ga hidup sendiri tapi ada yang bisa kita mintai Tolong yaitu Sang Khalik yang Memiliki kita, so..kalo udah ikhlas berniat ya kenapa ga serius berikhtiar sesuai dengan cara yang diajarkan oleh agama.